Industri Penerbangan Indonesia hadapi MEA-2016

Printer-friendly versionSend by emailPDF version

Purwokerto, feb.unsoed.ac.id - Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia terus berupaya melakukan "branding" internasional, ungkap Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Ir. Muhammad Arif Wibowo, MM yang di temui setelah melakukan pendatanganan Nota Kesepahaman dengan Rektor UNSOED Dr. Ir Achmad Iqbal, M.Si. Jumat(22/1)

Kerjasama ini dilakukan dalam rangka pengembangan kelembagaan dengan peningkatan pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.  Setelah menandatangani nota kesepahaman, Direktur Utama Garuda Indonesia juga menyampaikan kuliah umum di Gedung Roedhiro, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNSOED dengan mengangkat tema "Upaya peningkatan daya saing perusahaan penerbangan Indonesia menghadapi MEA-2016".

Sinergi Industri Penerbangan, Perguruan Tinggi dan Pemerintah sebagai kunci menghadapi Asean Open Sky yang terbentuk sebagai implementasi masyarakat Ekonomi Asean dalam memenangkan persaingan dalam jangka panjang. Peran perguruan tinggi dan aktivitas mahasiswa juga sangat menentukan salah satunya melalui pola berfikir strategis yang diperlukan untuk menciptakan peluang bisnis dan juga mempertahankan keunggulan di pasar global.

Adapun kerja sama UNSOED dan PT Garuda Indonesia sudah berjalan sejak 2012. Kemitraan tersebut dilanjutkan kembali pada tahun ini. Bagi UNSOED, kemitraan ini akan meningkatkan kontribusi sebagai perguruan tinggi dalam memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bangsa maupun negara dan tentunya nota kesepahaman ini bisa memberikan benefit bagi kedua belah pihak. (ipunk/bp)