Kebijakan Sektor Publik di KJRI Guangzhou

Printer-friendly versionSend by emailPDF version

www.feb.unsoed.ac.id - “Kebijakan Sektor Publik di Era Pemerintahan Baru” merupakan tema yang di usung oleh Icuk Rangga Bawono, SH,SE,M.Si,MH,Ak,CA., yang saat ini masih aktif menjadi dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Soedirman. Icuk akrab disapa, menjadi pembicara seminar yang digelar di ruang Aula KJRI Guangzhou, Sabtu (8/11).

Dalam seminarnya Icuk menyampaikan bahwa perubahan kepemimpinan akan membawa perubahan dalam kebijakan sektor publik Indonesia dari semua aspek. Penekanan dalam sektor maritim juga menjadi fokus utama oleh Presiden Joko Widodo dalam pembangunan ekonomi Indonesia, sehingga pelayanan publik di sektor ini akan direposisi menjadi tulang punggung ekonomi bangsa dalam membantu Indonesia menurunkan jumlah penduduk miskin dan memperkuat ketahanan pangan. Perubahan kepemimpinan akan membawa perubahan dalam kebijakan sektor publik Indonesia dari semua aspek. Bagi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla ada beberapa hal yang masih menjadi catatan penting, bahwa belum tegaknya reformasi hukum sepenuhnya, masih banyaknya penduduk miskin, besarnya hutang luar negeri dan belum terpenuhinya kedaulatan pangan.

Peserta seminar yang kebanyakan terdiri dari para mahasiswa Indonesia di Guangzhou dan sekitarnya tampak sangat antusias mengikuti seminar ini, terbukti dengan banyaknya pertanyaan berbobot yang dilontarkan. Secara khusus, beliau juga menjelaskan visi dan misi kebijakan pemerintahan baru dan menerangkan kebijakan sektor publik era Presiden Joko Widodo seperti konsep Nawacita, Indonesia Sehat, Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera.