Lembaga Diklat Profesi Koperasi Jasa Keuangan

Printer-friendly versionSend by emailPDF version

PURWOKERTO,feb.unsoed.ac.id, Koperasi Simpan Pinjam/Unit Simpan Pinjam (KSP/USP) Koperasi, Koperasi Kredit dan Koperasi Jasa Keuangan Syariah di Indonesia, yang selanjutnya disebut dengan istilah Koperasi Jasa Keuangan (KJK), merupakan lembaga moneter/intermediasi/profesi yang harus dipercaya oleh publik. Karena KJK merupakan badan usaha yang kegiatannya melakukan usaha simpan pinjam dari, oleh dan untuk anggota dan calon anggota, maka KJK harus dikelola secara kompeten dan profesional berdasarkan prinsip-prinsip perkoperasian dan norma-norma yang berlaku pada lembaga keuangan.

Hal tersebut bisa dicapai apabila KJK didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang jasa keuangan dengan berpedoman pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia – Koperasi Jasa Keuangan (SKKNI – KJK). SK Menakertrans Nomer 133/2007 telah mengatur tentang standar kompetensi kerja nasional sektor keuangan sub-sektor perantara keuangan bidang koperasi jasa keuangan (SKKNI-KJK) . Pada lampiran SK tersebut telah dijabarkan tentang 12 profesi dalam KJK dengan standar kompetensi masing-masing.

Untuk menjamin bahwa pengelola KJK dari level atas (manajer) sampai level terbawah (kasir) benar-benar memiliki kompetensi yang memadai, mereka harus menempuh ujian sertifikasi profesi masing-masing. Uji kompetensi tersebut diselenggarakan oleh suatu Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), yang berkedudukan di Jakarta.

Untuk mempersiapkan para profesional KJK menghadapi uji sertifikasi profesi oleh LSP-KJK tersebut, perlu diadakan suatu pendidikan dan latihan (diklat). Untuk keperluan tersebut maka dibentuklah suatu Lembaga Diklat Profesi (LDP) di berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Di LDP-LDP tersebut para profesional dan calon profesional KJK di didik dan dilatih sedemikian rupa sehingga mereka siap mengikuti uji sertifikasi profesi.