Pengukuhan Guru Besar FEB Berlangsung Khidmat

Printer-friendly versionSend by emailPDF version

PURWOKERTO, fe.unsoed.ac.id - Upacara pengukuhan guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNSOED Prof. Drs. Bambang Agus Pramuka, MA., Ph.D., Ak., CA.  berlangsung lancar dan khidmat di Gedung Soemardjito Kampus Grendeng.

Upacara pengukuhan itu, yang dipimpin Pejabat Rektor UNSOED Dr.Ir. Achmad Iqbal, M.Si berlangsung Jumat (5/12). Bambang Agus Pramuka atau yang akrab disapa BAP ini, menyampaikan pidato pengukuhannya yang berjudul ‘Peran Akuntansi Keuangan Dalam Mencegah Terjadi FRAUD untuk Mewujudkan Good Governance’. Akademisi kelahiran Purworejo, 28 Agustus1961, menaruh perhatian terhadap Good governance atau ‘tata kelola yang baik’ yang  terkait bagaimana mengelola suatu organisasi, baik organisasi pemerintahan maupun swasta, secara kredibel, transparan, akuntabel, bertanggungjawab, dan adil. Tata kelola organisasi yang baik akan mendorong operasional organisasi berjalan secara efektif dan efisien. Mewujudkan tata kelola organisasi yang baik ternyata tidaklah mudah dan penuh  tantangan; dan yang paling sulit untuk kasus di Indonesia khususnya adalah menghilangkan fraud.

BAP menganggap bahwa Akuntansi (Accountancy, pembukuan) hanyalah alat, dan salah satu alat dari banyak alat untuk penciptaan tata kelola organisasi yang sehat (good governance); dalam pengertian yang luas, akuntansi (accounting) mencakup segala aspek yang menjamin informasi keuangan yang disampaikan adalah “wajar”, sehingga cakupan accounting mulai dari perencanaan kegiatan, penganggaran, implementasi, pelaporan, monitoring, sampai auditing bahkan enterpretasi atas informasi tersebut dan usulan keputusan yang seharusnya dilakukan oleh pengguna informasi.  Lebih lanjut , bahwa kualitas dari sebuah informasi yang dihasilkan oleh proses akuntansi sangat bergantung kepada kualitas data yang diproses; dan kualitas data (keabsahan dan kebenaran data) sangat ditentukan oleh implementasi dari sistem pengendalian intern organisasi; sistem pengendalian intern yang bagus akan menghasilkan data yang berkualitas (absah dan benar).

BAP menerangkan akan audit internal yang dilakukan oleh satuan pengawasan intern adalah upaya untuk meyakinkan bahwa sistem pengendalian intern berjalan sebagaimana mestinya, sehingga kalau ada penyimpangan dapat segera di diteksi dan ditemukan sedini mungkin, dan segera dilakukan tindakan koreksi; audit internal bukan mencari kesalahan, tetapi memperbaiki yang belum pas. Semua tergantung manusianya: manusia bagus, sistem lemah, praktek dapat bagus. Sistem bagus, manusia lemah, praktik dapat tidak bagus. Ini adalah kerja besar bersama: menyusun, menerapkan dan mengawasi, tegasnya. Besar akan harapan BAP, kita semua untuk dapat memahami dan implementasikan pengendalian internal secara konsisten di organisasi kita masing-masing, untuk mewujudkan tata kelola yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung-jawab, dan adil.

Kajian ilmiah yang disampaikan dalam pidato siang itu mengantarkan Prof. Drs. Bambang Agus Pramuka, MA., Ph.D., Ak., CA yang akab disapa BAP ini, menjadikan Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Akuntansi Keuangan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. (ipunk)