Perkembangan Perekonomian Terkini

Printer-friendly versionSend by emailPDF version

PURWOKERTO, feb.unsoed.ac.id - Saat ini kondisi perekonomian global masih berada pada  fase  yang penuh  ketidakpastian,  hal ini  ditunjukan  oleh  koreksi  proyeksi pertumbuhan  perekomian  dunia  oleh  lembaga-lembaga  internasional. Melemahnya pertumbuhan ekonomi negara-negara maju dan berkembang, penurunan harga komoditas, serta perbedaan arah kebijakan moneter dan fiskal di berbagai kawasan memicu kondusifnya perkembangan perekonomian di dunia.

World Economic Outlook (WEO) IMF mengindikasi turunya optimisme perekonomian global 2015 jika dibandingkan tahun 2014. Secara umum, pergerakan depresiasi rupiah masih lebih kecil bila dibandingkan nilai tukar negara Meksiko (13,6%), Afrika Selatan (14,8%), Malaysia (19,9%), Turki (24,8%) dan Brazil (36,2%), ujar Astera Primanto Bhakti dalam kuliah umum Perkembangan Perekonomian Terkini di Gedung D.201 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNSOED, Jumat (18/9).

Lanjut Astera yang saat ini menjabat di Kementerian Keuangan, perubahan arus modal mayoritas ini merupakan bentuk perubahan sentimen investor disebabkan oleh ketidakpastian dari keadaan ekonomi global dan aksi spekulasi. Hal ini juga terjadi di sebagian besar capital market di Asia.

Strategi kebijakan pemerintah turut disampaiakan pula pada audience, yang saat itu dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, pimpinan di lingkungan program studi Ekonomi Pembangunan , para dosen dan mahasiswa.

Dr. Pramono Hari Adi ,MS selaku Dekan FEB sangat mengapresiasi gelaran kuliah umum ini, tidak hanya dapat menginspirasi mahasiswa saja namun besar akan harapan fakultas kepada mahasiswa sebagai pemikir hebat dikala mendatang demi memajukan perekonomian Indonesia jauh lebih baik. (ipunk)