Tantangan di Era Ekonomi Digital

Printer-friendly versionSend by emailPDF version

feb.unsoed.ac.id – Kewirausahaan merupakan proses penciptaan produk yang unik, bernilai untuk meraih keunggulan bersaing. Perkembangan teori dan hasil riset kesuksesan UMKM dan Kewirausahaan masih sangat terbatas.

Pentinganya dunia digital tentunya harus dilihat sebagai peluang dalam memperbaiki mutu yang baik bagi UMKM, hal ini juga sebagai pengetahuan yang penting bagi para mahasiswa dalam menambah wawasan akan UMKM, kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSOED Dr. Pramono Hari Adi, MS saat membuka acara. Kamis (17/12)

Saat menjadi pembicara dalam "Seminar Nasional dan Call For Paper dengan mengusung tema Pengembangan Kewirausahaan UMKM : Suatu Tantangan di Era Ekonomi Digital" tersebut, Prof. Dr. Ir. Kuntoro Mangkusubroto, MSIE., MSCE. yang menjabat sebagai Komisaris Utama PLN menilai hal ini bisa menjadi peluang bagi pelaku UMKM. Persaingan semakin ketat, jika para pelaku UMKM tidak bisa melakukan upgrade bahkan revolusi yang jauh lebih baik tentunya hal ini akan menjadi buruk pada pelaku UMKM itu sendiri, tegasnya.

Pada peranan sektor perbankan, hal ini pun dapat menjadi peluang bahkan hambatan dalam pengembangan UMKM, ungkap pembicara kedua Sri Rahayu Widodo yang sekarang menjabat sebagai Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK.

Mantan Ketua Pusat Pelaporan dan Transaksi Keuangan (PPATK), Dr. Yunus Husein, SH, LMM, dihadirkan pada seminar yang di gelar di gedung Roedhiro lantai tiga ini, untuk menyampaikan akan peranan mafia bisnis yang dapat menjadi akar masalah hingga menjadi ajang modus yang bisa berdampak buruk bagi pelaku bisnis. Mafia bisnis seringkali diwarnai dengan pelanggaran hukum, tegasnya. Selain itu, Yunus juga menyampaikan bahwa hampir di semua bidang usaha terdapat mafia.

Seminar nasional dan Call For Paper yang dihadiri oleh para mahasiswa jurusan manajemen, para staf pendidik, mantan bupati banyumas, petinggi OJK, peserta Call For Paper dan tamu undangan lain ini, disamping wahana diskusi yang berguna untuk praktisi dan pengambilan kebijakan, program ini menjadi peluang untuk akademisi, berpartisipasi mengembangkan ilmu pengetahuan dan hasil riset UMKM dan Kewirausahaan. (ipunk)