Pagelaran 'Ketoprak Humor' FEB UNSOED

 |  Written by feb  |  0
Printer-friendly versionPDF version

“Ketoprak humor dengan lakon LUTUNG KASARUNG ini berkisah tentang tentang perjuangan Raden Banyak Catra, putra Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran. Dikisahkan saat itu Raden Banyak Catra dipersiapkan untuk menggantikan kedudukan ayahnya menjadi raja. Namun syarat untuk menjadi raja, Raden Banyak Catra harus memiliki istri terlebih dahulu. Akhirnya Raden Banyak catra pergi mengembara untuk mencari pendamping hidup. Raden Banyak Catra menyamar sebagai rakyat jelata dan berganti nama menjadi Kamandaka. Kamandaka pergi ke Pasir Luhur, sebuah Kadipaten yang dipimpin oleh Adipati Kandhadhaha. Kedatanannya ke Pasirluhur adalah untuk menemui Dewi Ciptarasa, putri bungsu sang Adipati. Singkat cerita Banyak Catra dianjurkan supaya bertapa di sebelah timur Pasiruhur, yaitu di dekat tempuran sungai Logawa dan Sungai Mengaji. Karena ketekunannya bertapa, Banyak cara memperoleh anugerah dari Dewa berua baju ajaib. Jika baju Tersebut dipakai, maka ia akan berubah menjadi seekor Lutung (kera). Akhirnya Dewi Ciptarasa tahu bahwa lutung tersebut adalah si Kamandaka.

Sementara itu Prabu  Pulebahas dari dari Nusakambangan berniat melamar Dewi Ciptarasa. Dewi Ciptarasa bingung menerima lamaran itu. Kamandaka menyarankan agar Dewi Ciptarasa menerima lamaran dari Prabu Pulebahas tersebut dengan dua syarat. Syarat. Syaratnya diterima Prabu Pulebahas dan pernikahan pun dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan. Saat kirab pengantin atau pertemuan pengantin, Lutung mendampingi Dewi Ciptarasa. Saat Prabu Pulebahas berbasa basi akan menggendong si Lutung, Lutung tersebut menerkam prabu Pulebahas sehingga terjadi perkelahian yang sengit. Akhirnya prabu Pulebahas tewas. Namun pada saat itu sang Lutung berubah wujud menjadi Pangeran Banyak Catra. Maka kagetlah sang adipati Kandhadhaha karena sang Lutung ternyata putra dari Prabu Silihwangi. Akhirnya hubungan Dewi Ciptarasa dengan pangeran Banyak Catra direstui oleh Adipati Kandhadhaha hingga keduanya menikah dan hidup berbahagia.

Pagelaran ketoprak humor dalam rangka Dies Natalis ke-52 FEB UNSOED tersebut diramaikan juga oleh Dr. Pramono Hari Adi,MS selaku Dekan yang memerankan sebagai Prabu Silihwangi dengan didampingi istri dan beberapa staf pendidik yang memang memiliki talenta seni, yaitu  Dr. Adi Indrayanto, M.Si. sebagai Pangeran Banyak Catra, Drs. Suwaryo  sebagai Adipati Pasir Luhur, Drs. Rusmusi IMP, M.Si.  sebagai Prabu Pulebahas, dan didukung oleh staf kependidikan dengan disutradarai Cipto Subroto selaku Seniman Kabupaten Banyumas sekaligus staf kependidikan FEB.

Video  Selengkapnya KLIK >> Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSOED - Youtube