Purwokerto, 30 Desember 2025 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (FEB UNSOED). Tim FEB UNSOED berhasil meraih Juara 3 dalam ajang blu CHAMP 2025 Joglosemar Edition, sebuah kompetisi Business Case bergengsi yang diselenggarakan oleh MarkPlus Institute bekerja sama dengan blu by BCA Digital.
Tim FEB UNSOED yang terdiri atas Rarendra Putra Kusumaadji, Nina Kameliya Sani, Nazwa Sabillina Palumian, dan Sofia Zahira berhasil bersaing dengan berbagai tim mahasiswa dari perguruan tinggi di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Capaian ini mencerminkan kapasitas akademik, kreativitas, serta kemampuan analitis mahasiswa FEB UNSOED dalam merancang solusi bisnis yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan industri digital. Dalam kompetisi tersebut, Tim FEB UNSOED mengusung ide bisnis yang mencetuskan inovasi berupa layanan dan pengalaman pengguna berbasis driven-community experiences. Inovasi ini menempatkan komunitas sebagai penggerak utama interaksi dan nilai tambah, dengan tujuan memaksimalkan pengalaman pengguna (user experience) pada aplikasi blu by BCA Digital. Konsep yang ditawarkan tidak hanya berfokus pada aspek transaksi digital, tetapi juga pada penciptaan pengalaman pengguna yang lebih personal, interaktif, dan berkelanjutan melalui keterlibatan komunitas.
Terkait kesiapan tim, Tim FEB UNSOED menghadapi tantangan dalam pengelolaan waktu.
“Mengenai persiapan, sebenarnya masih kurang optimal, mengingat jadwal pemaparan pitching deck bertepatan dengan jadwal UAS. Akibatnya, persiapan dilakukan dengan frekuensi yang minimal dan kurang maksimal,” ungkap tim.
Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak mengurangi kualitas gagasan dan presentasi yang disampaikan di hadapan dewan juri, hingga akhirnya Tim FEB UNSOED tetap mampu meraih posisi tiga besar. Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari peran dosen pembimbing, Kiky Sri Rejeki, Ph.D. “Bu Kiky as our mentor so far did her role very well at the beginning. Karena pada awal mula menyiapkan proposal bisnis ini, kami sudah memiliki gambaran terkait perancangan inovasi hingga pemaparan pitching deck secara umum. Hal tersebut membantu tim dalam mengefisiensi effort dengan output yang efektif dan maksimal,” ujarnya. Tim juga menambahkan bahwa, dengan sejalannya timeline persiapan dengan UAS, kami memaklumi tidak mendapatkan konsultasi secara rutin dan berkala karena jadwal kedua belah pihak yang saling bertabrakan.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika FEB UNSOED untuk terus berpartisipasi dalam kompetisi akademik dan bisnis, serta mendorong lahirnya inovasi mahasiswa yang berkontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi dan industri digital nasional.