Gelar Konferensi Internasional ICSEMA 2026, FEB UNSOED dan Bank Indonesia: Dorong Ekonomi Banyumas Raya ke Panggung Global

author-img Editor July 3, 2026

PURWOKERTO – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menggelar The 2nd International Conference on Sustainable Economics, Management and Accounting (ICSEMA) 2026. Berpusat di Laboratorium Terpadu FEB Unsoed, Purwokerto, Jawa Tengah, pada Rabu (1/7), konferensi hibrida ini mengusung misi besar menjadikan penguatan ekonomi lokal sebagai fondasi utama pembangunan global yang berkelanjutan.

Dekan FEB Unsoed sekaligus Ketua ISEI Cabang Purwokerto, Prof. Wiwiek Rabiatul Adawiyah, menegaskan bahwa riset akademik tidak boleh hanya berhenti di atas kertas. Melalui tema “Reimagining Local Economies for Sustainable Global Development”, ia mendorong agar ide-ide yang lahir dari konferensi ini langsung diimplementasikan ke ruang kebijakan dan dunia usaha.

“Karya ilmiah yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat lokal jauh lebih berharga daripada karya ilmiah yang hanya dikagumi. Perguruan tinggi berperan menghasilkan riset yang menjawab persoalan nyata, sementara BI menjaga stabilitas ekonomi, dan ISEI menjembatani gagasan akademik tersebut dengan kebijakan,” ujar Prof. Wiwiek.

Gayung bersambut, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto, Christoveny, memaparkan bahwa ketahanan ekonomi domestik saat ini berada dalam kondisi yang kuat berkat sinergi kebijakan yang kokoh. Di wilayah Banyumas Raya (Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara), pertumbuhan ekonomi bahkan mampu melesat hingga 7,26 persen secara tahunan (year on year) pada triwulan I 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, perdagangan, pariwisata, serta sektor pertanian.

Meski demikian, Christoveny mengingatkan bahwa momentum positif ini harus terus dijaga di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan disrupsi teknologi. Salah satu langkah strategis BI adalah mendorong digitalisasi dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) pada UMKM melalui program Sustainable MSME Business Model Implementation Grant.

“Daya saing UMKM saat ini tidak hanya ditentukan oleh digitalisasi, tetapi juga penerapan prinsip keberlanjutan. Kami memperkuat kapasitas usaha, memperluas akses pasar, hingga memfasilitasi business matching dan promosi ekspor,” jelas Christoveny.

Dampak Nyata dan Rangkaian Internasional

Konferensi internasional yang menghadirkan narasumber ahli seperti Dr. Ratno Purnomo (Unsoed) dan Prof. Bulent Esiyok (Gelisim University, Turki) ini tidak hanya menjadi wadah diskusi teoretis. Sebagai bentuk aksi nyata, pihak panitia juga menyelenggarakan International Community Service.

Ketua Panitia Pelaksana, Kiky Srirejeki, menjelaskan bahwa agenda pengabdian masyarakat tersebut mempertemukan langsung para pelaku UMKM lokal dengan pakar dari Malaysia dan China untuk mematangkan strategi menembus pasar global.

Kiky juga menambahkan bahwa ICSEMA 2026 merupakan bagian dari rangkaian agenda akademik internasional yang didukung oleh berbagai mitra strategis, seperti PT Kereta Api Indonesia (Persero), BPJS Ketenagakerjaan, dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

“Setelah sukses di Purwokerto, rangkaian agenda akan dilanjutkan dengan The 8th International Conference on Rural Development and Entrepreneurship (ICORE) di Lombok pada 15-16 Juli 2026. Ini merupakan kolaborasi lanjutan antara Unsoed, Universiti Utara Malaysia, dan Hebei University, China,” pungkas Kiky.

Melalui luaran berupa prosiding, publikasi ilmiah, serta rekomendasi kebijakan berbasis diskusi, ICSEMA 2026 diharapkan mampu melahirkan rumusan konkret yang mempercepat transformasi ekonomi lokal yang hijau, transparan, dan berdaya saing global.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Jl. Profesor DR. HR Boenyamin No.708 Purwokerto, Central Java Province, 53122

Got Questions? Call us