Grand Seminar NETS 2026: Memperkuat Kepemimpinan Generasi Muda Menuju Ekonomi Berkelanjutan dan Inklusif

author-img Editor September 25, 2026

Purwokerto, 23 September 2026 — National Economic Events (NETS) 2026, bekerja sama dengan Laboratorium Perbankan, Ekspor, dan Properti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (FEB UNSOED), menyelenggarakan Grand Seminar NETS 2026. Acara ini mengusung tema “The Future Economy: Youth Leadership in Driving Sustainable and Inclusive Development.” Bertempat di Laboratorium Terpadu FEB UNSOED Lantai 6, kegiatan ini menjadi forum akademik yang mempertemukan perspektif dunia usaha, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi untuk membahas dinamika ekonomi masa depan serta peran generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan dan inklusif.

Acara dibuka oleh Dekan FEB UNSOED, Prof. Wiwiek Rabiatul Adawiyah, M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Wiwiek menekankan pentingnya kepemimpinan sebagai elemen strategis dalam memastikan pembangunan berkelanjutan dan inklusif. Kepemimpinan, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengarahkan dan mengambil keputusan, tetapi juga dengan kapasitas membangun kolaborasi, merespons perubahan, serta memastikan proses pembangunan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Generasi muda memiliki peran krusial dalam mengembangkan kepemimpinan yang adaptif dan berorientasi pada keberlanjutan serta inklusivitas.

Seminar ini menghadirkan Catur Dermawan, Direktur Keuangan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk., yang juga Ketua Presidium Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman, dan Wahyu Dewanto, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Banyumas. Kedua narasumber memberikan perspektif komplementer mengenai tantangan ekonomi masa depan dari sisi sektor energi, korporasi, ketenagakerjaan, dan pembangunan daerah.

Dalam paparannya, Catur Dermawan mengangkat tema “Energizing the Future: Ketahanan Energi, Bonus Demografi, dan Peran Generasi Muda Menuju Indonesia Berkelanjutan”. Pembahasan menyoroti keterkaitan antara ketahanan energi, bonus demografi, dan kesiapan sumber daya manusia sebagai elemen penting dalam menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi. Generasi muda memiliki posisi strategis dalam merespons perubahan struktur ekonomi melalui penguatan pengetahuan, keterampilan, kapasitas adaptif, dan kemampuan menghadapi dinamika pembangunan.

Sementara itu, Wahyu Dewanto memberikan perspektif mengenai ketenagakerjaan dan perindustrian daerah, khususnya keterkaitan perubahan struktur ekonomi dengan kebutuhan kompetensi tenaga kerja dan perkembangan sektor industri. Perspektif ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia kerja, pemerintah, dan sektor industri dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang responsif terhadap transformasi ekonomi.

Grand Seminar ini sekaligus memperkuat pembelajaran kontekstual di perguruan tinggi. Dialog bersama praktisi dan pemangku kepentingan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan dinamika nyata di sektor energi, industri, ketenagakerjaan, dan pembangunan daerah. Tema “The Future Economy” juga relevan dengan kebutuhan mahasiswa untuk memahami transformasi teknologi, perubahan sektor energi, dinamika industri, serta tuntutan kompetensi tenaga kerja dalam agenda pembangunan berkelanjutan. Penyelenggaraan kegiatan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha dalam merespons tantangan pembangunan yang bersifat multidimensional. Melalui forum ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai keterkaitan dinamika ekonomi, ketahanan energi, perubahan dunia kerja, dan pembangunan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Jl. Profesor DR. HR Boenyamin No.708 Purwokerto, Central Java Province, 53122

Got Questions? Call us