Purwokerto, 20 Agustus 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (FEB Unsoed) berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia menyelenggarakan Kuliah Umum Center for Public Finance Research (CPFR). Mengusung tema “Kebijakan Fiskal: Peran Kebijakan Fiskal dalam Pemerataan dan Keadilan Sosial (Kebijakan Fiskal Pro-Poor dan Pro-Growth)”, kegiatan ini diikuti oleh 130 mahasiswa FEB Unsoed yang antusias mendalami dinamika instrumen keuangan negara.
Kuliah umum ini menghadirkan dua pakar utama di bidangnya, yaitu Immanuel Bekti Hartanto (Analis Kebijakan Ahli Muda, Direktorat Strategi APBN, Kementerian Keuangan RI) serta Prof. Dr. Lilis Siti Badriah dari FEB Unsoed.
Dalam pemaparannya, Immanuel Bekti Hartanto menjelaskan bagaimana APBN dirancang tidak hanya untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional (pro-growth), tetapi juga berfungsi sebagai perisai sosial untuk melindungi masyarakat rentan (pro-poor). Kebijakan fiskal yang inklusif menjadi kunci utama dalam meredam dampak gejolak ekonomi global serta memperkecil ketimpangan sosial di Indonesia.
Sementara itu, Prof. Dr. Lilis Siti Badriah menyoroti pentingnya peran akademisi dalam mengawal dan menganalisis efektivitas alokasi anggaran negara. Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi sangat krusial agar kebijakan fiskal dapat dievaluasi secara kritis, terukur, dan benar-benar berdampak pada pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Acara yang berlangsung interaktif ini diwarnai diskusi kritis antara mahasiswa dan para narasumber mengenai efektivitas subsidi, redistribusi pendapatan, serta strategi alokasi anggaran dalam APBN. Melalui progam CPFR yang merupakan kolaborasi Kementerian Keuangan RI, FEB Unsoed terus berkomitmen menghadirkan ruang edukasi publik dan kajian strategis guna mencetak generasi ekonom muda yang unggul dan berwawasan pembangunan inklusif.

