CPFR UNSOED dan Pusdiklat Keuangan Publik Kemenkeu Gelar Kuliah Umum Strategi Ekonomi dan Fiskal Nasional

author-img Editor October 21, 2026

Center for Public Finance Research (CPFR) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Publik Kementerian Keuangan Republik Indonesia menyelenggarakan kuliah umum secara daring melalui platform Zoom pada Rabu, 21 Oktober 2026. Kuliah umum bertajuk “Strategi Ekonomi & Fiskal: Pro Growth – Pro Welfare – Pro Fiscal Sustainability” tersebut diikuti sebanyak 298 peserta dari kalangan dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSOED.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNSOED, Dr. Dian Purnomo Jati, serta Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Publik Kemenkeu, Ganti Lis Aryadi. Hadir sebagai pembicara utama, Widodo Ramadyanto memaparkan analisis mendalam mengenai dinamika perekonomian nasional dan kinerja APBN 2026.

Dalam pemaparannya, Widodo menyampaikan bahwa realisasi APBN hingga 30 September 2026 menunjukkan kinerja yang solid. Pendapatan Negara tumbuh 25,5% (yoy) mencapai Rp2.341,5 triliun, sementara Belanja Negara tumbuh 19,0% (yoy) sebesar Rp2.660,5 triliun dengan defisit yang tetap terkendali di level 1,24% PDB.

Untuk memudahkan pemahaman, Widodo mempresentasikan konsep “Fiskalista Sepak Bola: The Art of Balance”. Analogi ini menggambarkan APBN sebagai katalisator permainan yang menyelaraskan peran kebijakan moneter, sektor keuangan, pengelola investasi Danantara, sektor swasta, dan UMKM guna mencapai gol utama: pertumbuhan ekonomi tinggi dan kesejahteraan masyarakat.

Di samping kinerja 2026, Widodo juga menguraikan arsitektur dan strategi APBN 2027 yang mengusung tema “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat”. Kebijakan fiskal 2027 dirancang ekspansif namun terukur dengan target pertumbuhan ekonomi 6% dan defisit dikendalikan pada angka 2,40% PDB.

Alokasi belanja prioritas APBN 2027 dipfokuskan pada sektor penopang kesejahteraan rakyat, meliputi anggaran pendidikan sebesar Rp824,0 triliun, perlindungan sosial Rp539,7 triliun, kesehatan Rp244,9 triliun, serta ketahanan pangan Rp195,3 triliun. Pemerintah juga menyiapkan belanja perpajakan/insentif pajak mencapai Rp632,0 triliun guna menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat iklim usaha nasional.

Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, CPFR UNSOED bersama Pusdiklat Keuangan Publik Kemenkeu berharap literasi keuangan negara di lingkungan akademis semakin meningkat serta mampu melahirkan gagasan-gagasan konstruktif dalam mengawal pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Jl. Profesor DR. HR Boenyamin No.708 Purwokerto, Central Java Province, 53122

Got Questions? Call us