KSPM gandeng BEI, Sinarmas Sekuritas dan OJK Meningkatkan Literasi Dan Inklusi Keuangan Mahasiswa

author-img Editor September 26, 2026

Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Jenderal Soedirman bekerja sama dengan Galeri Investasi (GI) FEB Unsoed, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Sinarmas Sekuritas, serta mendapat dukungan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Soedirman Investment Week (SIW) 2026 X Sekolah Pasar Modal II.

Mengusung tema visioner “Outthink the Algorithm, Outinvest the Rhythms, Outperform the System: Think Sharper, Trade Wiser and Lead the Future”, kegiatan ini berlangsung khidmat dan interaktif di Auditorium Laboratorium Terpadu FEB Unsoed pada Kamis, 24 September 2026, mulai pukul 12.30 hingga 16.00 WIB. Penyelenggaraan SIW 2026 X Sekolah Pasar Modal II ini dirancang sebagai langkah nyata dan berkesinambungan dalam memperkuat fondasi literasi serta inklusi keuangan di kalangan mahasiswa. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial dan derasnya arus informasi digital, para peserta diajak untuk memahami dasar-dasar pasar modal secara komprehensif.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan finansial yang sehat (healthy financial habits) sejak dini serta mengasah ketajaman analisis mahasiswa agar mampu mengambil keputusan investasi yang bijak, terukur, dan terhindar dari risiko kejahatan finansial maupun rumor pasar yang tidak tervalidasi. Acara ini dikemas secara mendalam dan dipandu oleh Evelyn Helena R. selaku moderator yang memimpin jalannya alur diskusi secara interaktif. Rangkaian materi disampaikan oleh tiga narasumber terkemuka di bidang akademis dan praktisi pasar modal:

  1. Amin Trigit Dirdiyanto (Branch Manager PT Sinarmas Sekuritas Purwokerto)

Membuka sesi pemaparan materi dengan mengulas mekanisme praktis perdagangan saham, dinamika pergerakan pasar modal terkini, serta pentingnya memiliki strategi manajemen risiko dalam berinvestasi di industri sekuritas.

  1. Fitri Amalinda Harahap, S.E., M.M. (Dosen FEB Universitas Jenderal Soedirman)

Menyampaikan perspektif akademis mengenai landasan teori ekonomi instrumen investasi, pentingnya analisis fundamental dan teknikal, serta peran mahasiswa dalam membangun portofolio finansial yang tangguh di masa depan.

  1. Agnes Sindunita (Deputi Kantor Wilayah Perwakilan Bursa Efek Indonesia Yogyakarta)

Menutup sesi pemaparan dengan membedah regulasi pasar modal di Indonesia, perlindungan investor, serta upaya strategis BEI dalam memperluas inklusi pasar modal bagi para investor pemula dari kalangan civitas akademika.

Sejak awal hingga akhir acara, antusiasme ratusan peserta terpancar jelas melalui tingginya partisipasi aktif dalam sesi pemaparan materi maupun tanya jawab interaktif. Para peserta tidak hanya berkesempatan untuk berkonsultasi langsung mengenai strategi berinvestasi, tetapi juga membawa pulang berbagai nilai tambah.

Melalui penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal II ini, seluruh peserta mendapatkan fasilitas pendukung acara yang lengkap, pembukaan akun investasi, e-certificate, wawasan (insight) berharga dari para ahli, serta peluang emas untuk memperluas jaringan networking sesama pegiat pasar modal di lingkungan kampus. Melalui kolaborasi strategis antara akademisi, regulator, dan praktisi industri ini, KSPM FEB Unsoed berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga cerdas secara finansial dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Jl. Profesor DR. HR Boenyamin No.708 Purwokerto, Central Java Province, 53122

Got Questions? Call us